KALAM

 Al-Quran Pedoman Hidup Bagi Manusia

Sebagai Sumber ­­­Hukum bagi Kehidupan Manusia”

 SumselNews.com – AL-QURAN dan hadis adalah sumber dari segala sumber hukum. Sumber hukum Islam yang disepakati oleh para ulama memang memiliki beberapa versi, tapi semuanya sepakat bahwa Alquran adalah sumber hukum Islam yang utama digunakan sebagai pedoman hidup.

Setiap muslim diwajibkan untuk mengikutsertakan Alquran sebagai pedoman hidupnya untuk menjalankan segala aktivitas dalam hidupnya. Bisa digunakan untuk beraktivitas sehari-hari, menjalankan bisnis, hingga dalam adab menuntut ilmu. Semuanya ada unsur pedoman Alquran di dalamnya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Az Zukhruf ayat 43, yaitu: Artinya: Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Alquran Merupakan Wahyu Allah yang Lengkap dan Sempurna.(Kumparan.com-26 Februari 2023). Berpegang teguh dengan wahyu Allah meliputi Alquran serta sumber lainnya yang tidak kalah penting pengaplikasiannya, seperti hadist dan ijtihad ulama yang digunakan sebagai penerang hukum Allah. Sebab, seperti yang kita ketahui menafsirkan Alquran tidak boleh sembarangan agar tidak menimbulkan tafsir yang menyesatkan. Karena tak jarang banyak umat muslim yang salah kaprah menafsirkan firman Allah hanya sebatas mengandalkan nalar pribadi tanpa adanya bimbingan dari ahli atau orang yang berilmu hingga akhirnya hanya menjadi bumerang tersendiri.

Hal ini juga dijelaskan dalam buku Metode Penetapan Hukum Islam oleh KH. Ahmad Dimyati (2020:8), wahyu Allah merupakan petunjuk yang lengkap dan sempurna, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah An Nahl ayat 89, yaitu;  Artinya: (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Wahyu Allah sebagai sumber hukum dapat dirasakan dengan baik fungsinya ketika manusia sadar bahwa hanya petunjuk Allah sajalah yang menjadi sumber hukum dari segala segi kehidupan.

Kamu bisa mengamalkannya seperti saat akan tidur, makan, pergi ke luar rumah, dan yang lainnya dengan anjuran yang telah difirmankan Allah di Alquran. Ada adab-adab yang bisa dilakukan.

Oleh sebab itu, Alquran adalah sumber pedoman yang paling penting, sempurna, tidak diragukan, dan berlaku sepanjang zaman. Hukum Islam juga bersifat universal, berlaku abadi untuk umat Islam dimanapun mereka berada.

Semoga uraian mengenai sumber hukum Islam tentang Alquran sebagai pedoman hidup dapat menambah keimanan kita hingga selalu melibatkan Alquran dalam aktivitas sehari-hari. Memaknai hukum tidak hanya dalam hal berperkara saja, namun hukum yang mengatur prilaku kehidupan manusia dalam bertingkah-laku sehari-hari. Kemudian, hukum yang bersumber dari Al Quran dan Hadist juga mengatur kehidupan manusia dalam menjalankan syariat atau termasuk  dalam rangkaiannya beribadah yang tidak boleh tidak harus dituruti.  Sebagai pengingat kepada kita, bahasan yang ketengahkan, untuk mengingatkan kembali semua  umat Islam agar mengingat bahwa sumber dari segala sumber hukum dan pedoman dalam bertingkah laku  dalam kehidupan sehari-hari, tidak lain adalah Al Quran dan Hadist.

Para ulama dengan keras menekankan agar umat Islam tak lagi lengah atas kebenaran Al Quran dan Hadist. Banyak diantara umat Islam katanya, seringkali terperangah bila mendengar Al Quran dikatakan sebagai suatu sumber dari segala sumber ajaran dalam kehidupan baik hukum maupun sumber seluruh kehidupan manusia. “Ini karena kurang memahami makna beragama. Padahal dasar  ajaran Islam itu bersumber dari Al Quran dan Hadist. Makanya kita perlu mengajarkan pemahaman ini lebih rutin lagi agar masyarakat faham benar dengan ajaran Islam itu,”katanya lagi.

Baca Juga:   Hukum Kurban dan Dalilnya yang Perlu Diketahui Umat Islam

Jangan sampai ada pendapat , bila sumber hukum berpedoman pada Al Quran, maka lantas negeri ini disebut sebagai Nagara Islam. “Bukan begitu pola pikirnya. Negeri ini memiliki jumlah umat Islam yang paling besar, sehingga dalam kehidupan sehari-hari baik ajaran mengenai beribadah maupun berprilaku, henaklah mengikuti ajaran Al Quran dan Hadist. Ini sumber hukum dalam mengatur prilaku kita,”katanya. Al Quran dan Hadist adalah petunjuk bagi umat Islam dalam hidup, baik dalam hubungan dengan sang penciptanya Allah SWT, maupun dalam hidup bersama diantara umat manusia. Namun,  diantara umat masih sering lupa atau barangkali enggan untuk menuruti petunjuk Allah itu.

Ikuti Al Quran Biar Hidup Lurus

Hedaklah kita harus ingat apa yang difirmankan oleh Allah : “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS Thaha [20] 12-124). Maknya petunjuk Allah tersebut adalah Al Quran dan tentu  Hadist Rasulullah.  nApalagi kita ini ujar Umar, adalah makhluk Allah yang diciptakan hanya untuk mengikuti seluruh ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan yang diwahyukan oleh Allah Tha’ala. Sebagaimana Firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56) . “Sungguh, al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (Q.S. al-Isra/17:9).

Sebagai sumber hukum Islam, al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ia merupakan sumber utama dan pertama sehingga semua persoalan harus merujuk dan berpedoman kepada Al-Qur’an. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam al-Qur’an: yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-Nya (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah Swt. (al-Qur’an) dan Rasu-Nyal (sunnah), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. an-Nisa’/4:59)

Dalam ayat yang lain Allah Swt. Menyatakan, artinya: “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat.” (Q.S. an-Nisa’/4:105).

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda: artinya: “… Amma ba’du wahai sekalian manusia, bukankah aku sebagaimana manusia biasa yang diangkat menjadi rasul dan saya tinggalkan bagi kalian semua dua perkara utama/besar, yang pertama adalah kitab Allah yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya/penerang, maka ikutilah kitab Allah (al-Qur’an) dan berpegang teguhlah kepadanya … (H.R. Muslim).

Baca Juga:   Ihsan, Meninggikan Derajat Kemuliaan Orang yang Beriman”

Al Quran Petunjuk

Berdasarkan ayat dan hadis di atas, jelaslah bahwa al-Qur’an merupakan kitab yang berisi sebagai petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. Al-Qur’an merupakan sumber dari segala sumber hukum baik dalam konteks kehidupan di dunia maupun di akhirat.  Memhami Al Quran,  hendaklah memahami, Kandungan Hukum dalam al-Qur’an. Para ulama mengelompokkan hukum yang terdapat dalam al-Qur’an ke dalam tiga bagian.

  1. Akidah atau Keimanan : Akidah atau keimanan adalah keyakinan yang tertancap kuat di dalam hati. Akidah terkait dengan keimanan terhadap hal-hal yang gaib yang terangkum dalam rukun iman, yaitu (1) iman kepada Allah Swt. (2) iman kepada malaikat, (3) iman kepada kitab-kitab suci, (4) iman kepada para rasul, (5) iman kepada hari kiamat, dan (5) iman kepada qada/qadar Allah Swt.
  2. Syari’ah atau Ibadah.: Hukum ini mengatur tentang tata cara ibadah baik yang berhubungan langsung dengan al-Khaliq (Pencipta) yaitu Allah Swt. yang disebut dengan ibadah mahdlah, maupun yang berhubungan dengan sesama makhluk Allah Swt. yang disebut dengan ibadah gairu mahdlah. Ilmu yang mempelajari tata cara ibadah dinamakan ilmu fiqih. (1) Hukum Ibadah: Hukum ini mengatur bagaimana cara yang seharusnya dalam melaksanakan ibadah yang sesuai dengan ajaran Islam. Hukum ini mengandung perintah untuk mengerjakan shalat, haji, zakat, puasa dan lain-lain. (2) Hukum Mu’amalah : Hukum ini mengatur interaksi antara manusia dengan sesamanya, seperti hukum tentang tata cara jual-beli, hukum warisan, hukum pidana, hukum perdata, pernikahan, politik, dan lain sebagainya.
  3. Akhlak atau Budi Pekerti : Selain berisi hukum-hukum tentang aqidah dan ibadah, al-Qur’an juga berisi hukum-hukum tentang akhlak. Al-Qur’an menuntun bagaimana seharusnya manusia berakhlak atau berperilaku, baik akhlak kepada Allah Swt., akhlak kepada sesama manusia, maupun akhlak terhadap makhluk Allah Swt. yang lain. Prinsipnya, akhlak adalah tuntunan dalam hubungan antara manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Hukum ini tecermin dalam konsep perbuatan manusia yang tampak, mulai dari gerakan mulut (ucapan), tangan, dan kaki.

Alquran surah An Nisa ayat 105: Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak agar kamu memutuskan (perkara) di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat.” Kedudukan Al-Qur’an sebagai pedoman atau sumber hukum Islam yang pertama ini juga dijelaskan dalam surah An Nisa ayat 59.

Allah berfirman: Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya.” Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua perkara. Apabila kamu berpegang teguh kepada dua perkara tersebut niscaya kamu tidak akan tersesat selamanya. Kedua perkara tersebut, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul (hadits).”(*)

Penulis: Bangun Lubis

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button