JAWA TIMURNUSANTARA

Ternyata Hacker Peretas Website Pemkab Malang Cuma Lulusan SMP

SumseLike.com, Jawa Timur – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Timur menangkap Achmad Romadhoni (21) warga Dusun Denok, Kabupaten Lumajang.

AR diduga telah meretas website milik Pemerintah BPBD, Litbang, dan Bappeda milik Pemkab Malang.

Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman, di Mapolda Jatim, Senin, 5 Juni 2023, Mengatakan Pelaku melakukan peretasan pada website pemerintah ataupun publik dengan mengirimkan malware melalui backdoor dan menguasai website tersebut,” katanya dilansir dari Metrotvnews.com.

Saat diwawancarai Arman menyebut tersangka hanya lulusan SMP, AR mempelajari hacker secara otodidak.

Baca Juga:   Usai Minta Maaf, Pemkot Jambi Cabut Laporan Siswi SMP yang Viral Kritik Walikota

Meskipun hanya lulusan SMP tersangka ini sudah diakui kemampuannya didalam komunitas hacker.

Dengan menggunakan modus menanamkan backdoor file, perangkat lunak github.com/noniod7 yang telah dibuatnya untuk menyusup ke website yang jadi target.

Pelaku melakukan peretasan pada website pemerintah ataupun publik dengan mengirimkan malware melalui backdoor dan menguasai website tersebut,” katanya.

Ar nekat meretas website Pemkab Malang dikarenakan faktor ekonomi, selain itu tersangka ingin menunjukkan eksistensi diri sebagai hacker di kalangan komunitas,” ungkapnya.

Tak hanya meretas website Pemkab Malang, tersangka juga diketahui pernah meretas website Bawaslu Bukit Tinggi dan Pemprov Papua Barat.

Baca Juga:   Warga Lamtim Keluhkan Jalan Kebupaten, Kanjeng Nover: Saya akan Perjuangkan Jadi Jalan Provinsi

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 32 ayat (1) Jo Pasal 48 ayat (1) dan/atau Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 48 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 9 tahun penjara dan denda Rp3 miliar. (*)

One Comment

  1. kalau di negara maju, anak ‘nakal’ tersebut justru dibina dan diperbantukan untuk ketahanan negara. lain halnya di negara wakanda, anak yang memiliki kemampuan ilmu canggih justru dibinasakan, takut mengungguli kemampuan negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button